(0 pemilihan)

22 BUDAYA di SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali (SMANILA the Being School) Pilihan

22 BUDAYA di SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali (SMANILA the Being School): 

  1. BERSIH
  2. TERTIB
  3. DISIPLIN
  4. LITERASI
  5. PEDULI/PEKA
  6. KERJA KERAS, CERDAS IKHLAS
  7. JUJUR (pakta integritas)
  8. RELIGI
  9. KREASI
  10. MOTIVASI
  11. KEMAJUAN TEKNOLOGI (kelas digital)
  12. SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN (5S)
  13. 18-21
  14. SAHABAT BUMI (ADHIWIYATA)
  15. BHS. INGGRIS
  16. DEMOKRASI
  17. PELAYANAN PRIMA (ISO)
  18. BUDAYA PRESTASI
  19. BUDAYA SEHAT
  20. ANTRI
  21. NASIONALISME
  22. Mengingatkan

Sebagai wujud nyata bahwa SMAN 1 NGEMPLAK adalah "The Being School" maka perlu di programkan hal-hal baik yang akan menjadi pembiasaan dan akhirnya membangun karakter atau sikap mental positip. Presiden RI Joko Widodo memberikan istilah "Revolusi Mental".

Intinya adalah bahwa kebaikan itu dicoba, bisa, diulang dan dibiasakan yang akhirnya akan menjadi budaya kebaikan. Lebih kongkritnya terjabar sebagai berikut:

  1. Budaya Bersih

     Di SMAN 1 NGEMPLAK setiap siswa mendapat jatah piket kebersihan sekali dalam seminggu. Saat bertugas tidak saja membersihkan ruang kelas namun juga semua halaman SMA dibersihkan oleh siswa di bawah pengawasan dan pembersamaan guru dan karyawan. Jadi urusan kebersihan tidak lagi menjadi urusannya "tukang kebun" atau petugas kebersihan, tetapi urusan semua warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan sampai penjaga sekolah. Di hari piket siswa harus sudah datang sebelum pukul 06.30 wib, selanjutnya mengisi daftar hadir dan membersihkan ruang kelas dan halaman sekolah. Jika siswa yang piket datang lebih dari jam 06.30 wib, maka kedatangannya dikatakan terlambat piket. Bagi siswa yang terlambat piket, maka siswa diberi motivasi dan diminta membersihkan tempat2 khusus. Misalnya memungut sampah daun di taman, atau membersihkan kaca ruang kelas dan ruang laen.

   Di samping wajib piket kebersihan siswa juga wajib memungut sampah minimal 10 helai setiap hari dapat berupa sampah daun, kertas maupun plastik. Aktivitas ini dicatat oleh petugas di kelas dan dilaporkan ke wali kelas setiap pekan.

  1. Budaya meminimalisir plastik.

     SMAN 1 NGEMPLAK menyatakan dirinya sebagai "SEKOLAH SAHABAT BUMI". Seorang sahabat pasti akan mempermudah urusan sahabatnya. Menyadari bahwa untuk menguraikan sehelai plastik bumi memerlukan waktu 100 tahun, maka semua warga smanila akan berempati pada bumi yang begitu susahnya menguraikan sampah plastik. Oleh sebab itu budaya yang dikembangkan di SMAN 1 NGEMPLAK adalah menghindari membeli makanan dan minuman menggunakan kemasan plastik dan sedotan. Jadi untuk membeli minuman seyogyanya diminum di tempat menggunakan gelas. Jika terpaksa harus membawa minuman tersebut maka dikemas dengan botol permanen.

  1. Budaya Disiplin.

   Untuk membiasakan datang tepat waktu dan pulang tepat waktu maka siswa harus datang paling akhir jam 06.50 wib. Pada saat itu segera persiapan upacara atau kegiatan lain termasuk GLS (Gerakan Literasi Sekolah). Saat itu pula gerbang dalam mulai ditutup dan bagi siswa yang datang melebihi pukul 06.50 wib, maka dinyatakan terlambat mengikuti pembelajaran. Konsekuensinya adalah diberi motivasi khusus dan diminta mengerjakan tugas yang diberikan oleh petugas kedisiplinan. Tugas yang diberikan antara laen memungut sampah daun di taman, membersihkan tempat3 khusus termasuk membersihkan kaca cendela.

  1. Budaya Literasi

     Setiap hari selasa, rabu, kamis dan sabtu, serta jumat ke lima setiap bulan di smanila diadakan buda literasi. Dari jam 07.00 - 07.15 wib semua anak membaca di halaman sekolah. Sebelum kegiatan tersebut dimulai dengan berdoa, menyanyikan lagu Indoneaia Raya dan mars SMANILA atau ABITA. Dalam waktu 15 menit tersebut seluruh siswa harus membaca dan sekaligus merangkum di buku GLS. Tidak lupa juga mencari nilai dari kisah dalam bacaan. Bahan bacaannya adalah selain buku mata pelajaran. Hasil rangkuman tersebut dikumpulkan dan dikoreksi pembina GLS setiap hari sabtu. Setidaknya setiap semester sekali siswa harus mempresentasikan salah satu rangkuman hasil membacanya.

     Untuk menunjang budaya literasi ini sebelumnya diadakan program sedekah buku. Adalah setiap siswa, guru dan karyawan untuk menyumbangkan buku bacaan non pelajaran minimal satu eksemplar kepada perpustakaan. Selanjutnya buku tersebutlah yang dipakai sebagai bahan bacaan dalam program GLS.

  1. Budaya Peduli Kawan.

     Bahwa Tuhan menciptakan kita dalam kondisi yang berbeda, karena di dalamnya mengandung pesan agar senantiasa kita tolong menolong antar sesama. Menyadari akan hal itu sebagai The being school smanila menggulirkan program peduli kawan. Setiap hari senin semua siswa mengurangi uang jajannya untuk dikumpulkan dan nantinya untuk disumbangkan kepada kawannya yang kurang mampu tingkat ekonominya hingga bisa memperingan pembayaran sekolahnya. Buah dari budaya ini adalah sudah merupakan hal yang biasa seorang siswa membantu saudaranya atau temennya untuk uang pembayaran sekolah.

  1. Budaya peduli masjid

     Masjid adalah Rumah Allah, barang siapa membangun masjid, maka baginya akan dibangunkan rumah di surga. Begitu pesan rasulullah Muhammad saw. Memang di smanila sudah berdiri masjid, namun kapasitasnya masih jauh dari jumlah siswa yang semakin tahun semakin bertambah secara signifikan. Oleh sebab itu sejak awal tahun 2015 smanila berkomitmen memperbesar kapasitas masjid hingga menjadi sekitar 1200 an jamaah. Masjid ini barangkali menjadi masjid terbesar se Indonesia untuk ukuran sma negeri. Untuk itu setiap hari jumat para siswa mengumpulkan setidaknya Rp. 2000,- untuk selanjutnya diperuntukkan merenovasi atau membangun kembali masjid di smanila. Program ini juga ditunjang infak dan atau sedekah oleh bapak dan ibu guru serta karyawan. Juga kerabat maupun instansi yang memungkinkan untuk menyumbangkan sebagian rejekinya untuk masjid smanila. Alhamdulillah sampai hari ini (19 sept 2016) hasil peduli.masjid telah terealisir menjadi masjid satu lantai dengan luas krg lebih 500 meter persegi. Untuk selanjutnya akan diteruskan lantai 2 yang luasnya hampir sama dengan lantai pertama.

Hingga saat ini masjid SMANILA telah menelan beaya sekitar 1 milyar rupiah.

  1. Budaya berbahasa Inggris.

     Menyongsong perdagangan bebas di tingkat asia maupu dunia. Oleh sebab itu smanila dirasa perlu membekali kemampuan bahasa Inggris untuk para siswa, dengan harapan menambah ketrampilan dan memperluas wawasan siswa. Program yang digulirkan adalah setiap.pergantian jam pelajaran semua siswa wajib menampilkan dialog atau monolog dalam bahasa Inggris secara bergantian. Di samping program tersebut juga ada program English spech saat upacara bendera diselingi orasi siswa dalam bahasa Inggris. Program ini ternyata mampu menambah kepercayaan diri dan anak tidak canggung dalam berbahasa Inggris.

  1. Budaya Peduli tanaman

     Untuk menambah kerindangan, kesejukan dan keindahan di smanila, maka digulirkanlah program sedekah bunga dan pohon. Setiap siswa diminta bersedekah tanaman minimal satu batang, selanjutnya tanaman tersebut ditanan di halaman sekolah. Program inipun juga melibatkan guru dan karyawan sehingga dalam waktu sekejap jumlah tanaman di smanila sudah bertambah secara signifikan. Salah satu keberhasilan pengelolaan lingkungan di amanila, adalah saat visitasi akreditasi th 2016 kemaren salah satu assesornya yaitu bapak sentot yang biasa menjadi juri lomba sekolah adi wiyata provinsi jateng mengatakan bahwa: "Sekolah ini jauh lebih baik dibanding beberapa finalis lomba adi wiyata tingkat propinsi jawa tengah".

Disamping program tersebut juga dalam rangka memperkaya tanaman di smanila membiasakan budidaya tanaman. Satu yang khas adalah jika siswa terlambat datang di sekolah dan atau ulangan harian mendapatkan nilai di bawah KKM, maka ia diminta menanam sepuluh batang tanaman di polibeck. Dengan program ini maka jumlah tanaman akan bertambah secara signifikan.

  1. Budaya kerja keras

     "Yang belajar adalah yang belajar selagi yang lain masih tertidur". Begitulah salah satu motivasi yang ditulis Profesor Budiono, guru besar matematika universitas sebelas maret. Kalau kita cermati kata-kata tersebut bahwa sesungguhnya semua anak akan belajar, tetapi yang berhasil adalah yang belajar di saat yang lain masih tertidur (belum belajar).

Selaras dengan motivasi tersebut di smanila diprogramkan Tugas Eksplorasi Mandiri (TEM). Ketika liburan panjang (liburan semester dan liburan kenaikan kelas), maka para siswa tidak dibiarkan memanfaatkan semua waktu liburannya untuk bermain, namun semua siswa tetap harus menyisihkan sebagian waktu liburnya untuk belajar. Nah saat liburan biasanya di sekolah lainnya hampir semua siswa memanfaatkan waktu liburnya untuk bermain sebebas bebasnya. Siswa smanila sudah belajar dan mengerjakan soal soal yang ditugaskan guru, dimana materi pelajarannya adalah materi pada semester berikutnya. Dari upaya inilah barangkali smanila berhasil mendongkrak peringkat UN menjadi enam besar di kabupaten boyolali.

  1. Budaya jujur

     Dari seratus faktor penentu kesuksesan seseorang telah diteliti oleh Profesor Thomas Stanley, ternyata faktor nomor satunya adalah jujur. Barang siapa jujur maka bisa dipastikan hidupnya akan sukses. Semua orang menggandrungi kejujuran dan semua orang pula sangat benci dikhianati. Untuk mengimplementasikan hal itu maka di smanila disamping ada kantin kejujuran, di setiap ulangan siswa juga wajib menuliskan pakta integritas. Sebelum mengerjakan ulangan maka siswa harus menulis dulu di bagian atas lembar jawab yaitu: "SAYA AKAN MENGERJAKAN ULANGAN INI DENGAN JUJUR". Jika ada siswa yang melanggar pakta integritas maka, akan dipindahkan tempat mengerjakannya di ruang tertentu dengan pengawasan jauh lebih ketat. Dengan upaya ini alhamdulillah hampir semua siswa smanila mengerjakan ulangannya dengan jujur.

  1. Budaya tertib

       Tertib adalah salah satu ciri peradaban yang tinggi. Tertib itu menyenangkan dan tertib itu berarti adil. Semua orang mencintai keadilan maka setiap orang pula mendambakan ketertiban. Untuk itu di smanila diprogramkan mulai parkir, sholat, termasuk wudhu dibiasakan ada budaya antri. Khususnya parkir sepeda motor, di smanila dibuat zona-zona, antara laen zona vario, zona revo, zona supra x 125, zona vega, zona jupiter, zona moge (motor gedhe) dan zona lain-lain. Setiap.siswa yang mengendarai sepeda motor harus memparkir tepat pada zona secara rapi dan rapat dengan tetap memperhatikan akses jalan. Barangkali tidak banyak sekolah yang peduli ketertiban seperti di smanila.

  1. Budaya motivasi

       Setiap orang memerlukan motivasi karena motivasi dapat mengubah orang lemah menjadi kuat, malas menjadi rajin, sakit menjadi sehat, bodoh menjadi pintar, monoton menjadi kreatif, miskin menjadi kaya dan kaya menjadi bahagia. Motivasilah yang diperlukan orang yang akan mengubah pola pikirnya. Dari selalu berpikir negatip menjadi senantiasa berpikir positip. Nah di SMANILA diprogramkan ada budaya motivasi. Setiap pukul 07.00 sampai 07.15 di saat para siswa melaksanakan budaya membaca (GLS) maka para guru yang tidak bertugas mendampingi GLS, berkumpul di kantor untuk mengikuti budaya motivasi. Disamping mendapatkan informasi terkini, guru dan karyawan juga dapat menyampaikan usulan, saran maupun pertanyaan seputar program2 sekolah. Sebelum ditutup dengan doa pagi maka disampaikan secara bergantian "motivasi pagi ini". Setelah disampaikan dan dijelaskan maka guru yang mengajar pada jam pertama harus menyampaikan motivasi pagi kepada siswa serta menjelaskannya. Motivasi selanjutnya dicatat dan disampaikan kepada kedua orang tuannya. Sampai dengan hari ini (19 sept 2016) motivasi yang ke 420.

  1. Budaya religi

       Setiap istirahat pertama para siswa melakukan sholat sunah dhuha, dan istirahat ke dua mereka melaksanakan sholat dhuhur secara berjamaah, serta setiap hari jumat sholat jumat dan dilanjutkan membaca alquran. Jumat pagi sebulan sekali juga betsama membaca asmaul husna. Kajian dan pelatihan berkala

Dari dua belas budaya yang diprogramkan dan dilaksanakan di smanila itulah barangkali yang ditangkap oleh masyarakat secara positip hingga animo masyarakat terhadap smanila semakin hari semakin bertambah. Seiring itu pula bahwa semakin hari smanila semakin besar dan insyaallah tahun ini dan tahun2 mendatang akan menjadi sma terbesar di kabupaten boyolali.

Semoga menginspirasi.

Baca 6587 kali Terakhir diubah pada Rabu, 16 Oktober 2019 11:14
SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.